Rasanya tahun demi tahun cepat berlalu, bukan?, hari berganti hari, bulan berganti tahun, umur yang semakin bertambah, pikiran-pikiran yang mulai sesak dengan berbagai ekspektasi kehidupan. Mungkin kita harus sedikit mengurangi ekspetasi berlebih akan kehidupan, tapi tidak ada salahnya jika berharap. Di tambah dengan situasi dan keadaan saat ini, yang menginginkan kita bertindak lebih baik untuk menyikapi sesuatu, berusaha lebih keras, berpikir lebih luas. Dengan waktu yang semakin berjalan pada porosnya dan kita yang bingung kemana arah tujuannya.
Melihat orang lain berkembang dan kita yang tertinggal jauh, membuat pikiran dan mental terkuras. Bagaimana tidak?, media sosial membuatnya semakin buruk, melihat update postingan Instagram Story, status Facebook, status Whatsapp teman-teman kita ataupun saudara dan orang-orang lain yang kita kenal, bisa membuat merasa rendah diri bukan?. Sajian foto dan video pencapaian dan prestasi mereka yang terpanjang di kolom media sosial.
Terlintas pikiran membandingkan, kenapa hidupku biasa-biasa saja?. Membuat diri frustasi, merasa iri dan pikiran tidak terkendali. Sebaliknya semua tergantung pada persepsi kita masing-masing yang membuatnya baik atau buruk. Dengan kita perpikir bahwa hal tersebut bisa menginsipirasi jika kita selalu perpikir positif dan mengambil baiknya. Apapun medianya, jangan sampai kita kehilangan kebahagian karena sibuk membanding-bandingkan, mungkin lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan.
Standart bahagia saat ini bukan lagi soal menjadi lebih baik dari orang itu atau menjadi seperti orang itu, melaikan menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya. Padahal mudah sekali untuk melihat diri sendiri, hidup dengan melihat cara orang lain hidup akan membuat pikiran tidak terkendali. Mengenal diri sendiri adalah cara agar kita tau apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Lakukan apa yang ingin dilakukan dan bukan karena orang lain, luangkan waktu untuk mengenal diri sendiri.
Kita tidak sempurna dan tidak akan pernah sempurna, beri lebih banyak perhatian pada yang kita miliki dan terima, dan bersyukur atas apa yang kita miliki bukan apa yang tidak kita miliki.
Ibaratnya lampu merah, kita semua pernah berhenti dilampu merahnya masing-masing. Menunggu lampu merah berganti hijau, dan waktu menunggunya pun pasti berbeda. Yang pasti, akan kita temui lampu hijau untuk melanjutkan perjalanan dan sampai ketujuan yang kita inginkan.
Jadi fokus untuk menjadi lebih baik dengan melihat diri sendiri, stop overthinking, dan pikiran buruk lainnya. Jangan terburu-buru karena setiap orang punya waktunya masing-masing.
Sebab setiap orang berada di garis start yang berbeda dan akan berhenti di garis finishnya masing-masing.
Satu-satunya garis waktu yang penting adalah garis waktu diri sendiri, jadi jangan terjebak dalam garis waktu yang ditentukan orang lain.сел᭡

Komentar
Posting Komentar