Diperjalanan pulang kali ini, dengan sinar matahari yang masih terasa menyengat. Aku menyusuri jalanan yang biasanya aku lewati. Di pemberhentian lampu merah, mataku tertuju akan sesuatu.
Seorang anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti, kakinya tak beralas, bajunya penuh dengan keringat, sambil menggendong adiknya yang balita. Mungkin saja dia belum makan hari ini. Sesaat kemudian dia tersenyum dan menunduk saat menerima uang recehan dari pemilik mobil.
Di seberang jalan kakek penjual minuman sedang menawarkan dagangannya, sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menolaknya. Mungkin saja dia sudah berkeliling disana sejak pagi, padahal beban dagangan yang dipikulnya sangat berat. Sambil menyeka keringan yang jatuh, liatlah dia masih tersenyum tulus.
Di depan toko pinggir jalan, duduk anak muda berbaju kemeja yang hampir lusuh dan berkeringat, dengan seamplop berkas di tangan kirinya, raut wajahnya begitu lelah. Mungkin saja ini hari kesekian lamaran kerjanya ditolak. Tapi beberapa saat kemudian, dia tersenyum tipis, kembali berdiri dan mulai berlari kecil.
Liatlah begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini, tapi nyatanya kita terlalu mengeluh dan berlarut-larut akan sesuatu. Tentang hidup yang tidaklah adil, gaji yang tidak cukup, keinginan yang belum tercapai, dan mimpi yang semakin jauh untuk digenggam.
Ketahuilah bukan hanya kita sedang berjuang di dunia ini, semua orang sedang berjuang untuk hidupnya masing-masing.
Ada yang masih tersenyum meskipun sulit, ada yang kakinya masih berjalan meskipun lelah, ada yang tangannya masih ringan menolong meskipun tidak mudah, ada yang masih bermimpi meskipun dunia bilang tidak mungkin.
Jadi, teruslah berjuang. Meskipun tak terhitung berapa kali gagalnya, berapa kali melesetnya, dan beribu kali jatuh bangunnya.
Setiap orang punya masalahnya masing-masing.
Dengan kamu yang sudah berjuang sampai detik ini saja sudah lebih dari cukup.
Tidak perlu terburu-buru, kadang hidup yang mengalir juga tidak masalah.
Nikmati prosesnya, nikmati susah senangnya. Tidak ada yang lebih mudah dan lebih sulit. Semua orang punya porsi sedih dan bahagia nya masing-masing.
Teruslah berjalan, tersenyum, menolong dan suatu saat kita pasti akan menemukan jalan kita masing-masing.
Kamu kuat, kamu hebat, kamu berharga meski terkadang dunia lupa mengatakannya.

Komentar
Posting Komentar