Langsung ke konten utama

Untuk `DIRI SENDIRI`


Semakin hari...

Semakin sadar sudah banyak hal yang terlewatkan.

Ternyata begini rasanya dewasa.

Pikiran tentang apa dan siapa aku?

Malam-malam sunyi hanya tentang overthinking.

Malam yang kelam tengelam oleh pikiran.

Urusan jati diri, cita-cita, karir, cinta tak akan pernah ada ujungnya.

Takut masa muda hanya terbuang sia-sia.

Juga luka lama yang tak kunjung sembuh.

Hanya meninggalkan perih yang membekas.

Lalu, harus apa aku?

Terkadang ada rasa iri kepada mereka.

Mereka punya sesuatu.

Yang aku rasa aku gak punya pada diriku.

Sesuatu yang ingin aku miliki.

Mereka punya arah dan tujuan.

Padahal ku tau,

Rasa seperti ini adalah sesuatu yang aku butuhkan untuk diri aku sendiri.

Lalu aku bicara dengan diriku.

Kamu bisa seperti mereka?

Aku tau, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan.

Kembangkan kelebihan.

Terima segala kekurangan.

Dan setelah ku tanya pada diriku.

Ternyata ada kalanya aku tidak bisa seperti mereka.

Ada waktu dimana aku perlu jadi diriku sendiri.

Tugasku hanya satu, MENJADI LEBIH BAIK.

Bukan menjadi yang SEMPURNA.

Sadar tidak sadar.

Terlambat atau tidak.

Langkah ini tetap untuk masa depan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dunia Bilang TIDAK MUNGKIN

Diperjalanan pulang kali ini, dengan sinar matahari yang masih terasa menyengat. Aku menyusuri jalanan yang biasanya aku lewati. Di pemberhentian lampu merah, mataku tertuju akan sesuatu.  Seorang anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti, kakinya tak beralas, bajunya penuh dengan keringat, sambil menggendong adiknya yang balita. Mungkin saja dia belum makan hari ini. Sesaat kemudian dia tersenyum dan menunduk saat menerima uang recehan dari pemilik mobil.  Di seberang jalan kakek penjual minuman sedang menawarkan dagangannya, sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menolaknya. Mungkin saja dia sudah berkeliling disana sejak pagi, padahal beban dagangan yang dipikulnya sangat berat. Sambil menyeka keringan yang jatuh, liatlah dia masih tersenyum tulus.  Di depan toko pinggir jalan, duduk anak muda berbaju kemeja yang hampir lusuh dan berkeringat, dengan seamplop berkas di tangan kirinya, raut wajahnya begitu lelah. Mungkin saja ini hari kesekian lamaran ker...

Good Things Take Time

  The final chapter...  Semua akhirnya kembali pada tempatnya. Tidak mudah bukan? Tapi, dari banyaknya masalah yang sudah terjadi, kamu mampu melewati semuanya kan?  Karena begitulah hidup, hari ini kita menyiapkan banyak rencana hebat, yang pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasi kita. Tapi, disisi lain Allah justru telah menyiapkan rencana lain yang jauh lebih hebat dari rencana kita.  Terkadang ajaibnya, Allah mengambil apa yang kita genggam erat dan memberi kita luka yang begitu hebat untuk digantikan dengan kebahagiaan tiada tara. Mematahkan hati kita sepatah-patahnya untuk menjaga kita agar dijauhkan dari seseorang yang seharusnya tidak kita jaga. Bukankah hal buruk sengaja Allah lepaskan agar hal baik punya kesempatan untuk datang? Setelah semua rasa sakit berlalu, pastinya Allah akan ganti dengan kebahagiaan.  Mari segera berdamai pada hal-hal yang tidak bisa di ubah. Mari mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.  Mari mencoba untuk lebih menghar...

Somedays Feel Better

  Ada kata singkat yang menurutku itu nyentil banget dihati dan membekas sampai saat ini. Begini katanya “it will pass”, semua akan sembuh pada waktunya . Kadang kita bertanya-tanya kapan semua terlewat? Kapan kita akan sembuh? Rasa-rasanya setiap hari semakin berat. Walaupun kita gak tau kapan pastinya, bisa aja nanti, besok, bulan depan, bahkan bisa beberapa tahun kedepan. Kita cuma tau, kalau hari ini harus selesai dengan baik-baik saja. Agar besok tidak ada penyesalan atas apa yang telah terjadi kemarin. Bicara perihal penyesalan, hidup tuh bakal terasa ringan kalau kita gak terlalu mikirin bagaimana manusia lain bersikap sama kita . nggak perlu atau bahkan haus validasi dari orang lain. Terima kenyataan bahwa gak semua hal bakal tetep sama, terima kenyataan apa adanya. Jangan maksain sesuatu yang udah gak bisa sejalan bareng. Jangan maksain pegangan sama besi yang panasnya udah mulai membakar tangan kamu. Ternyata kata “ohhh ternyata gitu ya, yaudah gak usah dipikirin” itu gak...