Hidup ini memang tak pernah lepas dengan
sesuatu yang pernah terjadi dimasa lampau atau yang dikenal dengan masa lalu.
Ada masa lalu yang penuh kebahagiaan, dan tak jarang pula penuh dengan
kesedihan, kegagalan, hingga penyesalan mendalam. Ada yang mampu dengan mudah
melupakan masa lalu menyakitkan, namun ada pula yang terpuruk dengan masa lalu
kelam yang pernah dialaminya.
Jika kapal
tersebut kuat dan terlatih dalam melewati lautan ganas, maka ombak bukan
tandingannya, kapal akan mampu dengan mudah melewati rintangan-rintangan lain
untuk sampai kedaratan. Namun, bila kapal itu hanyalah kapal biasa yang tidak
pernah dilatih melewati ombak, maka ombak ganas akan dengan mudah
menenggelamkannya kedasar laut.
Ombak
ganas ibarat rintangan dari luar diri seseorang, seperti hinaan, cacian dari
orang lain, dan faktor lain yang membuat seseorang tetap terikat dengan masa
lalunya. Sedangkan kapal adalah diri kita sendiri, seeorang yang menggarungi
lautan masa lalu dengan berbagai rintangan. Bagaimana agar kapal dapat melewati
ombak yang ganas dengan mudah? Jawabannya adalah jadilah sebuah kapal yang
bukan hanya terlihat kuat luar saja. Tetapi, dia juga diberi pemahaman baik yang
mampu menerima masa lalu sebagai pelajaran dan guru terbaik untuk masa depan
lebih baik. Meskipun, ombak ganas terus menerus menerjang sang kapal.
Ada sebuah
kisah hebat pada zaman Rasulullah, seorang sahabat yang dulunya mempunya masa
lalu yang begitu kelam terhadap Islam bahkan amat sangat membenci Islam. Dia
adalah Umar bin Khattab, ia dikenal sebagai orang yang keras, disegani, dan
ditakuti di kalangan kaum Quraisy. Umar juga pernah mengubur anak perempuannya
hidup-hidup sebagai pelaksanaan adat Mekkah.
Umar yang
saat itu sangat membenci kehadiran Islam berniat untuk membunuh Rasulullah dan
para Sahabat agar menghentikan ajaran Islam di Quraisy. Namun, ia mendapati
sang adik (Fatimah) yang telah memeluk agama Islam tengah membaca bacaan
al-Qur’an dirumahnya. Umar sangat murka dan memukul Fatimah hingga berdarah.
dengan suara yang tak lagi meninggi Umar menyuruh sang adik untuk menunjukkan
apa yang tadi dibaca sang adik. Begitu luluh Hati umar setelah melihat dan
membaca al-Qur’an. Sejak itu, Umar pun menyatakan dirinya masuk Islam, ia pun
menggunakan segala kekuataan dan keberaniannya untuk membela Islam dari para
musuh Allah, juga menjadi sahabat terdekat Rasulullah serta Khalifah ke dua
setelah Abu Bakar.
Jika
dibanding masa lalu Umar yang hampir saja membunuh Rasulullah dengan pedangnya,
masa lalu yang kita miliki mungkin belum sebarapa. Islam adalah agama yang
tidak melihat bagaimana seeorang itu di masa lalunya, akan tetapi dengan
hadirnya Islam menunjukkan bahwa seseorang dilihat bagaimana keimanannya
setelah mempelajari dan menengetahui Islam. Umar contohnya, ia memiliki masa
lalu yang amat kelam, akan tetapi masa lalu itu tidak menjadikan ia lemah.
Tetapi, ia menjadikan dirinya dimasa lalu sebagai kekuatan untuknya membela
Islam dikemudian hari, bahkan Allah telah janjikan Syurga untuknya.
Biarlah
masa lalu menjadi pelajaran paling berharga dihidup ini. Jangan diratapi
ataupun disesali, masa lalu menjadikan seseorang semakin kuat bila ia mampu
untuk menerima dan memaafkan kesalahan yang pernah diperbuatnya dahulu, maupun
kesalahan dari orang lain. Jadikan ombak di masa lalu sebagai kekuatan,
bahwasannya episode-episode kelam dalam hidup ini telah terlewatkan.
Kini
percayalah bahwa kamu bisa lewati semuanya dengan mudah asal tetap sertakan
Allah disetiap langkah dan doa-doamu. Bangkit dan Merdeka!! Lepaskan tali
ikatan yang membelenggumu saat ini dan katakan selamat tinggal pada masa lalu.
Lalu larilah sekencang dan sejauh mungkin, sejauh masa depan yang lebih baik
menantimu disana.

Komentar
Posting Komentar