Langsung ke konten utama

KAPAL & OMBAK | Perihal Masa Lalu

    Hidup ini memang tak pernah lepas dengan sesuatu yang pernah terjadi dimasa lampau atau yang dikenal dengan masa lalu. Ada masa lalu yang penuh kebahagiaan, dan tak jarang pula penuh dengan kesedihan, kegagalan, hingga penyesalan mendalam. Ada yang mampu dengan mudah melupakan masa lalu menyakitkan, namun ada pula yang terpuruk dengan masa lalu kelam yang pernah dialaminya.


       Masa lalu ibarat lautan yang begitu luas, akan ada banyak rintangan bagi seseorang untuk menyeberanginya, misalnya ombak yang ganas. Dibutuhkan sebuah kapal kuat dan tangguh untuk sampai ke ujung daratan dengan selamat. Namun, tidak semudah itu untuk melewatinya, terkadang ombak ganas datang membuat goyah bahkan menenggelamkan kapal. 

    Jika kapal tersebut kuat dan terlatih dalam melewati lautan ganas, maka ombak bukan tandingannya, kapal akan mampu dengan mudah melewati rintangan-rintangan lain untuk sampai kedaratan. Namun, bila kapal itu hanyalah kapal biasa yang tidak pernah dilatih melewati ombak, maka ombak ganas akan dengan mudah menenggelamkannya kedasar laut.

    Ombak ganas ibarat rintangan dari luar diri seseorang, seperti hinaan, cacian dari orang lain, dan faktor lain yang membuat seseorang tetap terikat dengan masa lalunya. Sedangkan kapal adalah diri kita sendiri, seeorang yang menggarungi lautan masa lalu dengan berbagai rintangan. Bagaimana agar kapal dapat melewati ombak yang ganas dengan mudah? Jawabannya adalah jadilah sebuah kapal yang bukan hanya terlihat kuat luar saja. Tetapi, dia juga diberi pemahaman baik yang mampu menerima masa lalu sebagai pelajaran dan guru terbaik untuk masa depan lebih baik. Meskipun, ombak ganas terus menerus menerjang sang kapal.

    Ada sebuah kisah hebat pada zaman Rasulullah, seorang sahabat yang dulunya mempunya masa lalu yang begitu kelam terhadap Islam bahkan amat sangat membenci Islam. Dia adalah Umar bin Khattab, ia dikenal sebagai orang yang keras, disegani, dan ditakuti di kalangan kaum Quraisy. Umar juga pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup sebagai pelaksanaan adat Mekkah. 

    Umar yang saat itu sangat membenci kehadiran Islam berniat untuk membunuh Rasulullah dan para Sahabat agar menghentikan ajaran Islam di Quraisy. Namun, ia mendapati sang adik (Fatimah) yang telah memeluk agama Islam tengah membaca bacaan al-Qur’an dirumahnya. Umar sangat murka dan memukul Fatimah hingga berdarah. dengan suara yang tak lagi meninggi Umar menyuruh sang adik untuk menunjukkan apa yang tadi dibaca sang adik. Begitu luluh Hati umar setelah melihat dan membaca al-Qur’an. Sejak itu, Umar pun menyatakan dirinya masuk Islam, ia pun menggunakan segala kekuataan dan keberaniannya untuk membela Islam dari para musuh Allah, juga menjadi sahabat terdekat Rasulullah serta Khalifah ke dua setelah Abu Bakar.

    Jika dibanding masa lalu Umar yang hampir saja membunuh Rasulullah dengan pedangnya, masa lalu yang kita miliki mungkin belum sebarapa. Islam adalah agama yang tidak melihat bagaimana seeorang itu di masa lalunya, akan tetapi dengan hadirnya Islam menunjukkan bahwa seseorang dilihat bagaimana keimanannya setelah mempelajari dan menengetahui Islam. Umar contohnya, ia memiliki masa lalu yang amat kelam, akan tetapi masa lalu itu tidak menjadikan ia lemah. Tetapi, ia menjadikan dirinya dimasa lalu sebagai kekuatan untuknya membela Islam dikemudian hari, bahkan Allah telah janjikan Syurga untuknya.

    Biarlah masa lalu menjadi pelajaran paling berharga dihidup ini. Jangan diratapi ataupun disesali, masa lalu menjadikan seseorang semakin kuat bila ia mampu untuk menerima dan memaafkan kesalahan yang pernah diperbuatnya dahulu, maupun kesalahan dari orang lain. Jadikan ombak di masa lalu sebagai kekuatan, bahwasannya episode-episode kelam dalam hidup ini telah terlewatkan. 

    Kini percayalah bahwa kamu bisa lewati semuanya dengan mudah asal tetap sertakan Allah disetiap langkah dan doa-doamu. Bangkit dan Merdeka!! Lepaskan tali ikatan yang membelenggumu saat ini dan katakan selamat tinggal pada masa lalu. Lalu larilah sekencang dan sejauh mungkin, sejauh masa depan yang lebih baik menantimu disana.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dunia Bilang TIDAK MUNGKIN

Diperjalanan pulang kali ini, dengan sinar matahari yang masih terasa menyengat. Aku menyusuri jalanan yang biasanya aku lewati. Di pemberhentian lampu merah, mataku tertuju akan sesuatu.  Seorang anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti, kakinya tak beralas, bajunya penuh dengan keringat, sambil menggendong adiknya yang balita. Mungkin saja dia belum makan hari ini. Sesaat kemudian dia tersenyum dan menunduk saat menerima uang recehan dari pemilik mobil.  Di seberang jalan kakek penjual minuman sedang menawarkan dagangannya, sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menolaknya. Mungkin saja dia sudah berkeliling disana sejak pagi, padahal beban dagangan yang dipikulnya sangat berat. Sambil menyeka keringan yang jatuh, liatlah dia masih tersenyum tulus.  Di depan toko pinggir jalan, duduk anak muda berbaju kemeja yang hampir lusuh dan berkeringat, dengan seamplop berkas di tangan kirinya, raut wajahnya begitu lelah. Mungkin saja ini hari kesekian lamaran ker...

Good Things Take Time

  The final chapter...  Semua akhirnya kembali pada tempatnya. Tidak mudah bukan? Tapi, dari banyaknya masalah yang sudah terjadi, kamu mampu melewati semuanya kan?  Karena begitulah hidup, hari ini kita menyiapkan banyak rencana hebat, yang pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasi kita. Tapi, disisi lain Allah justru telah menyiapkan rencana lain yang jauh lebih hebat dari rencana kita.  Terkadang ajaibnya, Allah mengambil apa yang kita genggam erat dan memberi kita luka yang begitu hebat untuk digantikan dengan kebahagiaan tiada tara. Mematahkan hati kita sepatah-patahnya untuk menjaga kita agar dijauhkan dari seseorang yang seharusnya tidak kita jaga. Bukankah hal buruk sengaja Allah lepaskan agar hal baik punya kesempatan untuk datang? Setelah semua rasa sakit berlalu, pastinya Allah akan ganti dengan kebahagiaan.  Mari segera berdamai pada hal-hal yang tidak bisa di ubah. Mari mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.  Mari mencoba untuk lebih menghar...

Somedays Feel Better

  Ada kata singkat yang menurutku itu nyentil banget dihati dan membekas sampai saat ini. Begini katanya “it will pass”, semua akan sembuh pada waktunya . Kadang kita bertanya-tanya kapan semua terlewat? Kapan kita akan sembuh? Rasa-rasanya setiap hari semakin berat. Walaupun kita gak tau kapan pastinya, bisa aja nanti, besok, bulan depan, bahkan bisa beberapa tahun kedepan. Kita cuma tau, kalau hari ini harus selesai dengan baik-baik saja. Agar besok tidak ada penyesalan atas apa yang telah terjadi kemarin. Bicara perihal penyesalan, hidup tuh bakal terasa ringan kalau kita gak terlalu mikirin bagaimana manusia lain bersikap sama kita . nggak perlu atau bahkan haus validasi dari orang lain. Terima kenyataan bahwa gak semua hal bakal tetep sama, terima kenyataan apa adanya. Jangan maksain sesuatu yang udah gak bisa sejalan bareng. Jangan maksain pegangan sama besi yang panasnya udah mulai membakar tangan kamu. Ternyata kata “ohhh ternyata gitu ya, yaudah gak usah dipikirin” itu gak...