Langsung ke konten utama

(Tidak) Lebih BAIK :?

 

.....

Pernah dengar tidak kata-kata ini? “Semua akan di hujat pada waktunya”

Namanya saja dunia maya. Semua bisa berkomentar apapun dan dimana pun. 

    Kata-kata menyakitkan itu bertebaran di kolom komentar internet. Iya, di sampaikan melalui ketikan tangan-tangan jahad dari dunia maya. Awalnya, dunia maya adalah tempat kita untuk berekspresi dan mempermudah komunikasi, namun sekarang berbanding terbalik bahkan sebagai ladang untuk saling menghujat. Sangat menyedihkan bukan?


        Aku juga bisa dikatakan akrab dengan dunia maya, jauh dari banyaknya hal negatif yang ada. Dimana dari situ aku tau tempat-tempat baru, manusia-manusia dengan berbagai karakter yang ada. Bahkan setiap berita-berita baik buruk pun aku hampir tau.

    Kembali ke topik semula, kadang kata-kata ‘semua akan di hujat pada waktunya’ terdengar menyakitkan, Hanya karena 1 kesalahan saja ribuan kebaikan bisa dilupakan. Dari perbandingannya saja sudah sangat jauh.

    Memang yaa.. Terkadang tangan itu lebih tajam daripada lidah. Mungkin mudah untuk mengontrol lidah agar tidak berkata menyakitkan. Namun, tidak mudak untuk jari menahannya.

    Tidak bermaksud untuk manyalahkan atau menggurui siapa pun. Sudah menjadi hal wajar memang, apabila setiap manusia diberikan sisi baik dan buruk nya. Ada yang dilebihkan fisiknya ada juga yang dilebihkan kecerdasannya, dari semua itu pasti ada kurangnya. Hanya saja bagaimana kita mengontrol dan menahan berprilaku buruk.

    Ingat penggalan lagu dari D’masiv “Tak ada manusia yang terlahir sempurna,...”

   Allah saja pernah berkata bahwasannya ia akan menutup aib hamba-hambanya. Baik banget kan Allah walaupun lebih banyak dosa yang sudah kita lakukan daripada kebaikan. Nabi juga pernah bersabda bahwa barangsiapa yang menutup aib saudaranya maka Allah akan menutup aibnya di dunia maupun di akhirat.

   Namun kenapa di dunia maya mudah sekali untuk saling menghujat? Semudah itu kan untuk menampakkan aib sesama? Menyebarkan serta membuat ajang untuk saling menggadu domba?

    Dunia maya tidak salah, namun siapa dan bagaimana ia menggunakannya. Perlu di garis bawahi bahwasannya semua yang di dunia ini tidaklah sempurna, semua sama di mata Allah, yang berbeda adalah kadar ketaqwaan setiap hamba.


^Dunia maya bisa jadi guru sekaligus musuh,

^Jaga lisan dan tangan dari hal-hal yang dapat menyakiti orang lain,

^Selamat menjadi pribadi yang lebih baik,



Salam

Penulis ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dunia Bilang TIDAK MUNGKIN

Diperjalanan pulang kali ini, dengan sinar matahari yang masih terasa menyengat. Aku menyusuri jalanan yang biasanya aku lewati. Di pemberhentian lampu merah, mataku tertuju akan sesuatu.  Seorang anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti, kakinya tak beralas, bajunya penuh dengan keringat, sambil menggendong adiknya yang balita. Mungkin saja dia belum makan hari ini. Sesaat kemudian dia tersenyum dan menunduk saat menerima uang recehan dari pemilik mobil.  Di seberang jalan kakek penjual minuman sedang menawarkan dagangannya, sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menolaknya. Mungkin saja dia sudah berkeliling disana sejak pagi, padahal beban dagangan yang dipikulnya sangat berat. Sambil menyeka keringan yang jatuh, liatlah dia masih tersenyum tulus.  Di depan toko pinggir jalan, duduk anak muda berbaju kemeja yang hampir lusuh dan berkeringat, dengan seamplop berkas di tangan kirinya, raut wajahnya begitu lelah. Mungkin saja ini hari kesekian lamaran ker...

Good Things Take Time

  The final chapter...  Semua akhirnya kembali pada tempatnya. Tidak mudah bukan? Tapi, dari banyaknya masalah yang sudah terjadi, kamu mampu melewati semuanya kan?  Karena begitulah hidup, hari ini kita menyiapkan banyak rencana hebat, yang pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspetasi kita. Tapi, disisi lain Allah justru telah menyiapkan rencana lain yang jauh lebih hebat dari rencana kita.  Terkadang ajaibnya, Allah mengambil apa yang kita genggam erat dan memberi kita luka yang begitu hebat untuk digantikan dengan kebahagiaan tiada tara. Mematahkan hati kita sepatah-patahnya untuk menjaga kita agar dijauhkan dari seseorang yang seharusnya tidak kita jaga. Bukankah hal buruk sengaja Allah lepaskan agar hal baik punya kesempatan untuk datang? Setelah semua rasa sakit berlalu, pastinya Allah akan ganti dengan kebahagiaan.  Mari segera berdamai pada hal-hal yang tidak bisa di ubah. Mari mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.  Mari mencoba untuk lebih menghar...

Somedays Feel Better

  Ada kata singkat yang menurutku itu nyentil banget dihati dan membekas sampai saat ini. Begini katanya “it will pass”, semua akan sembuh pada waktunya . Kadang kita bertanya-tanya kapan semua terlewat? Kapan kita akan sembuh? Rasa-rasanya setiap hari semakin berat. Walaupun kita gak tau kapan pastinya, bisa aja nanti, besok, bulan depan, bahkan bisa beberapa tahun kedepan. Kita cuma tau, kalau hari ini harus selesai dengan baik-baik saja. Agar besok tidak ada penyesalan atas apa yang telah terjadi kemarin. Bicara perihal penyesalan, hidup tuh bakal terasa ringan kalau kita gak terlalu mikirin bagaimana manusia lain bersikap sama kita . nggak perlu atau bahkan haus validasi dari orang lain. Terima kenyataan bahwa gak semua hal bakal tetep sama, terima kenyataan apa adanya. Jangan maksain sesuatu yang udah gak bisa sejalan bareng. Jangan maksain pegangan sama besi yang panasnya udah mulai membakar tangan kamu. Ternyata kata “ohhh ternyata gitu ya, yaudah gak usah dipikirin” itu gak...